Best Practice

  1.     BEST PRACTICE

IURAN TANGGUNG RENTENG

UPK Kecamatan Mande sebagai sebuah lembaga operasional tentunya tidak luput dari kekurangan dan masalah, seperti yang terjadi pada tahun 2009, dimana Kecamatan Mande direncanakan akan menjadi lokasi Kecamatan penerima PNPM Mandiri Perdesaan.

Sebagai syarat untuk menjadi lokasi PNPM Mandiri Perdesaan salah satunya adalah masalah tunggakan dana bergulir yang dikelola oleh UPK Kecamatan Mande yang dana awalnya dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) selama 3 (tiga) tahun anggaran mulai tahun 2003 – 2005.

Pada Tahun 2008 itu tunggakan kumulatif UPK Kecamatan Mande adalah sebesar Rp.160.812.550 , terdiri dari SPP Rp. 45.110.550 (99%) Dan UEP Rp. 115.702.000 (95%)

Dari permasalahan tersebut diwacanakanlah untuk diadakanya Iuran Tanggung Renteng bagi setiap kelompok yang menjadi nasabah UPK, hasil dari dana tanggung renteng tersebut akan dialokasikan untuk menutupi tunggakan di kelompok yang macet di masing-masing desa.

Wacana tersebut kemudian dibawa ke MAD Pertanggungjawaban UPK Tahun Buku 2008 yang dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2009, dari hasil pembahasan di MAD tersebut maka diputuskanlah untuk mewajibkan semua kelompok yang meminjam ke UPK Kecamatan Mande untuk membayar Iuran Tanggung Renteng sebesar 0.1% perbulan dari jumlah pinjaman kelompok di mulai pada Bulan Pebruari 2009.

Angka tersebut diputuskan dengan pertimbangan iuran tersebut tidak akan menambah beban angsuran anggota kelompok, karena dengan 0.1% dari jumlah pinjaman kelompok maka Iuran Tanggung Renteng tersebut dibayar dari sisa jasa kelompok.

Seperti yang diketahui bahwa jasa pinjaman UPK Kecamatan Mande ke Kelompok adalah 18% pertahun atau 1.5% perbulan. Dan untuk biaya adaministrasi kelompok maka kelompok memberikan pinjaman ke anggota dengan jasa 24% pertahun atau2% perbulan. Jadi ada selisih jasa 0.5% dari kewajiban jasa kelompok ke UPK.

Sehingga dengan adanya Iuran Tanggung Renteng maka sisa jasa di kelompok menjadi 0.4%, dan itu masih bisa menutupi biaya operasional kelompok.

Iuran Tanggung Renteng dibayar ke UPK oleh kelompok bersamaan dengan penyetoran angsuran kelompok. Oleh UPK Iuran Tanggung Renteng tersebut disimpan sampai dengan akhir bulan dan pada akhir bulan, akumulasi Iuran Tanggung Renteng tersebut dipisah perdesa dan dialokasikan untuk menutupi tunggakan kelompok masing-masing desa. Jadi Iuran Tanggung Renteng kelompok dari Desa A akan dialokasikan ke kelompok macet di Desa A, kecuali untuk desa dengan kondisi lancar, maka Iuran Tanggung Rentengnya akan dialokasikan ke Desa dengan tunggakan terbesar.

Pendapatan Iuran Tanggung Renteng dari mulai Bulan Pebruari 2009 sampai dengan 31 Mei 2011 adalah sebesar Rp. 46.847.200,- dengan perincian sebagai berikut :

Tahun 2009                             Rp. 14.219.400,-

Tahun 2010                             Rp. 22.206.000,-

Tahun 2011 s/d bulan Mei        Rp. 10.421.800,-

Jumlah                                    Rp. 46.847.200,-

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: