Bad Practice

  1. A.       BAD PRACTICE

KETERLAMBATAN PENYELESAIN PEKERJAAN

Pada Tahun Anggaran 2010 di Kecamatan Mande terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yaitu untuk kegiatan Perkerasan Jalan Ruas Pawati-Ciandam di Desa Mekarjaya dan Pekerjaan Pengembangan Air Bersih di Desa Cikidangbayabang.

Desa Mekarjaya pada Tahun Anggaran 2010 mendapatkan 2 (dua) kegiatan prasarana fisik, yang keduanya adalah kegiatan pekerasan jalan, yaitu Perkerasan Jalan Bojong Koneng – Serpong dengan panjang 760 m dan ruas jalan Pawati – Ciandam dengan panjang 2.650 m.

Kegiatan perkerasan jalan Bojongkoneng-Serpong bisa diselesaikan pada Bulan Desember 2010. Dan untuk kegiatan perkerasan jalan ruas Pawati-Ciandam baru dimulai pada Januari 2011. Sampai dengan deadliane batas waktu penyelesaian pekerjaan tahun anggaran 2010 yaitu 31 Maret 2011, desa Mekarjaya belum bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut dan baru mencapai 80% pekerjaan.

Keterlambatan pekerjaan di desa Mekarjaya disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Medan yang sangat sulit
  2. Tidak tersedianya material yang dibutuhkan di lokasi kegiatan
  3. Mobilisasi angkutan pengiriman terhambat karena medan yang harus ditempuh sangat berat dimana untuk mencapai titik awal perkerasan jalan tersebut mobil sulit untuk sampai karena kondisi jalan yang menanjak, sehingga pengangkutan barang dilakukan dua kali, dimana setengah dari barang yang dibawa disimpan di Kampung Pasirbanen dan yang setengahnya langsung dibawa ke titik awal perkerasan, baru kemudian yang setengahnya lagi diangkut lagi ke lokasi. Permasalahan belum selesai sampai disitu karena pengangkutan barang dari titik awal ke lokasi kegiatan juga menemui permasalahan dengan kondisi yang cukup berat.

Namun dengan segala upaya dari berbagai pihak, baik dari tingkat Kabupaten melalui Tim Faskab dan Satker yang langsung meninjau lapangan dengan memberikan berbagai solusi dalam teknis pelaksanaan pekerjan.

Selain itu Tim PNPM MP Kecamatan pun berupaya dengan berbagai cara dengan memberikan masukan dan solusi dalam pengangan masalah tersebut.

Didukung oleh Pemerintah Desa dan Masyarakat desa Mekarjaya maka pekerjaan tersebut akhirnya sampai dengan saat ini telah mencapai 95%. Salah satu hal yang dilaksanakan dalam pengiriman material batu ke lokasi kegiatan adalah dengan cara estafet, dimana sekitar 300 orang berantai.

Kemudian untuk Desa Cikidangbayabang dengan kegiatan pengembangan air bersih dimana kesulitan mencari supllier untuk pengadaan pipa S-10 ukuran 1 inchi, dan hal itu yang mengakibatkan terlambatnya penyelesaikan kegiata tersebut. Namun dengan berbagai upaya maka pekerjaan tersebut bias selesai pada tanggal 31 Mei 2011.

Selain permasalahan pengadaan material dan lokasi medan yang sulit, juga dengan adanya instruksi bahwa pertanggal 31 Maret 2011 UPK tidak boleh lagi mencairkan dana BLM, maka terjadilah permasalahan pendanaan. Namun dengan hasil koordinasi Satker PNPM Mp Kabupaten Cianjur dan Tim Faskab Kabupaten Cianjur dengan pihak Satker Provinsi Jawa Barat dan RMC Jawa Barat, maka pemendingan dana tersebut dicabut dan Desa Mekarjaya dan Desa Cikidangbayabang bisa melanjutkan kembali pekerjaannya.

Hikmah :

  1. Memastikan penggunaan dana sesuai dengan progress pekerjaannya.
  2. Apapun alasannya harus tercapai kata selesai pada pelaksanaan pekerjaan.
  3. Kebersamaan para pelaku baik tingkat desa, kecamatan dan kabupaten dalam penyelesaian masalah.
  4. Koordinasi dengan semua pihak sangat penting dalam hal penanganan masalah.
  5. Pola dan Alur penanganan masalah bisa diselesaikan secara berjenjang dimulai dari bawah sampai ke atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: